
“Sultan yang ada sekarang ini adalah pelestarian nilai budaya adat, bukan kami memisahkan diri, kami bersyukur dengan adanya tiga pilar ini bekerjasama membantu pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada kaitannya dengan apa yang diinginkan dari IKN itu sendiri, jadi makna tujuan dari hari ini mempersatu memperat, lalu kita mengingatkan sejarah nenek moyang kita makanya kita menghaul dan dilaksanakan di Keraton ini sekaligus menyambut Ramadan,” kata perwakilan Tiga Pilar Kesultanan, Aji Pangeran Hario Kesumo Poegoer kepada awak media sore ini.
Silaturahmi dirangkai baca doa haul serta doa selamat bersama ini dihadiri langsung oleh Ketua Asosiasi Mediator Seluruh Indonesia bentukan Mahkamah Agung RI, Dr John Palinggi untuk sekaligus menyampaikan pesan yang sangat sakral yakni pengakuan hak waris kesultanan yang berada di kawasan IKN.
“Punya hak waris hibah-hibah yang telah diberikan dari tiga Sultan tadi, tolong kami diperhatikan, kami tidak menuntut banyak yang penting pemerintah ada perhatian ke kami, contohnya saja tambang batubara yang digali peninggalan dari nenek moyang kita hingga nenek moyang kita sudah berpulang tidak ada kontribusinya dengan kami apalagi minyak. Jadi inilah dengan adanya tiga pilar ini bukan kami menggebrak dari pemerintah justru kami menyatukan bagaimana pemerintah memperhatikan kami tujuannya itu saja,” jelasnya.
Pangeran Poeger mengungkapkan, Sultan Aji Muhamad Arifin yang saat ini menjabat adalah pelestarian nilai budaya adat yang menjadi mitra pemerintah untuk meningkatkan budaya adat itu sendiri, untuk masalah tanah ulayat adat itu masing-masing hak-nya yang dipegang oleh tiga pilar.
“Sultan Arifin adalah bagian dari tiga pilar itu juga bagian dari penerus waris, jadi harus dibedakan ahli waris dengan penerus waris, kami ini adalah meneruskan ahli waris kami jadi kami ini adalah pewaris yang masih hidup menjadi pegangan kita adalah anak sultan Parikesit yang masih hidup yang kita berikan kepercayaan sebagai ahli waris adalah ayahanda kita Aji Pangeran Ario Adiningrat dan sekarang ini beliau masih hidup, inilah menyatukan visi misi kita maka timbullah dengan tiga pilar,” jelasnya.
Pangeran Poeger memastikan tiga pilar ini bukanlah persaingan dengan Sultan yang menjabat, namun tujuannya untuk menyatukan seluruh kerabat kesultanan. Dirinya bersyukur silaturahmi hari ini dihadiri oleh tokoh nasional Dr. John Palinggi, kerabat kesultanan pun berharap dengan adanya Jhon Palinggi ini bisa menjadi mediator mempertemukan kerabat kesultanan dengan presiden Jokowi.
“Untuk kemudian kami bisa menjelaskan secara panjang lebar karena kalau bersurat saja ya saya kira hanya dibaca dan selesai, tetapi kalau kita ada waktu dipertemukan dengan yang mulia Presiden, panjang lebar kita bisa menceritakan inilah status yang kami rasakan, jadi kami rencana kalau diperkenankan menghadap kami menjelaskan permasalahannya, bukan melaporkan, tapi menjelaskan titik permasalahannya berdirinya tiga pilar ini supaya Ada kesamaan dari kerabat, melalui Pak John inilah kami mohon bisa memfasilitasi bisa ketemu dengan yang mulia presiden,” tutup Poeger. (*/kk)
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur