Penghuni rumah bernama Thamrin (43), istri, dan kedua anaknya keluar dari rumah dan menjauhi kawasan itu menggunakan perahu ketinting untuk menepi menuju daratan. Mereka kemudian menumpang tidur di tempat kerabatnya.
"Keesokan harinya (22/3/2022), Thamrin kembali ke rumah rakit tersebut. Namun sesampainya di sana, keadaannya sudah dalam keadaan roboh dan tenggelam," kata Kapolsek Muara Muntai, AKP Basuki, Kamis (24/3/2022).
Yang tersisa dari rumah tersebut hanya tinggal batang kayu dan bambu yang disusun untuk mengapungkan rumah. Thamrin kemudian mengungsikan harta benda yang tersisa untuk diamankan ke rumah keluarganya.
Kemudian tercatat kurang lebih 10 keramba tenggelam akibat angin kencang malam itu. Ikan-ikan yang dibudidayakan di dalamnya juga hilang akibat kejadian ini.
Para pemilik keramba mengalami kerugian mulai Rp5 juta hingga Rp30 juta. Basuki menyebutkan, dirinya bersama camat mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan.
"Diperkirakan kerugian (total) sekitar 160 juta," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah