Terkait hal itu, Khoirul Mashuri mengaku siap dengan amanat yang diembankan DPP PKB kepada dirinya.
“Kami ini kan kader partai dan petugas partai, jadi apapun yang diputuskan oleh pimpinan partai tertinggi harus siap apapun resikonya,” kata Khoirul kepada Korankaltim.com, Rabu (23/3/2022) hari ini di ruang kerjanya Gedung A DPRD Kukar, Tenggarong.
Khoirul sebenarnya ikhlas kalau ada kader lain yang ditunjuk PKB mengisi jabatan yang akan diembannya tersebut dan hal itu sudah disampaikan sejak awal.
“Kalau ada kader lain untuk dirotasi mengisi jabatan itu selama 2,5 tahun tidak apa-apa, tapi ternyata pilihan terakhir ke saya. Tidak mungkin juga SK yang dikeluarkan secara tiba-tiba karena ada prosesnya. Memang saat ini sudah waktunya rotasi, jadi jangan kaget karena pengusulan ini sudah lama, sudah akhir sejak tahun 2021 lalu dan finalnya itu di bulan Februari sesuai dengan SK yang beredar,” paparnya.
Dari SK yang telah diterbitkan oleh DPP, satu diantara poinnya mengacu sesuai rekomndasi dari DPW pertanggal 9 Februari 2022 tentang rekomendasi rotasi pimpinan.
“Dari situ jelas dan terbitnya SK itu per 14 Maret. Itu dari DPW bukan dari DPC dan DPP, sudah masuk ke Sekwan hari ini,” ucap Khoirul.
Mekanisme teknis pergantian dilakukan secepatnya dan Khoirul yang dulu menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kukar menegaskan, berdasarkan dari tatib itu SK dari DPW ditembuskan ke Sekwan untuk kemudian ke Ketua DPRD, Bupati Kukar dan selanjutnya ke Gubernur Kaltim.
Ketika ditanya apakah dirinya pernah membayangkan akan menjabat pada kursi unsur pimpinan di DPRD Kukar, mantan Kades Giri Agung Kecamatan Tenggarong Seberang ini mengaku hal tersebut tidak pernah terlintas sedikit pun dibenaknya.
“Saya juga tidak pernah sama sekali membayangkan, tiba-tiba saya dipanggil oleh DPW. Sebenarnya saya kaget seperti kena petir di siang bolong. Tapi namanya kader dan petugas partai ya harus siap apapun resikonya,” pungkas Khoirul.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur