"Perubahan itu sulit, tapi bisa, jadi kami harap ada perubahan pola pikir dan budaya kerja, ubah stigma atau pandangan masyarakat yang menilai bahwa Kadin selama ini adalah kamar kumpulan kontraktor APBD saja, ubah itu. Jadi pola pikirnya bahwa Kadin ini memang mengurusi perdagangan dan industri, karena kami akui bidang ini belum terurusi dengan baik, dibuktikan perangkat kerja daerah kami OPD yang menangani perdagangan dan industri juga selama ini belum bekerja maksimal, nah apalagi mitra nya, jadi perubahan harus dilakukan dengan baik," kata Edi.
Edi menyebutkan kompetensi sumber daya manusia juga diharapkan menjadi fokus kerja pada kepengurusan Kadin yang baru. Hal ini diupayakan agar Kadin Kukar mampu meningkatkan daya saingnya.
"Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ini komitmen untuk bisa berdaya saing, ciptakan budaya kerja mengacu pada bekerja sesuai dengan mekanisme serta ketentuan dan porsi yang baik. Kami siap melibatkan kawan-kawan kontraktor lokal selama kawan-kawan juga mampu meningkatkan kompetensinya," sebutnya.
Edi menegaskan dan paham betul bahwa Kadin Kukar juga terdiri dari kumpulan warna dan bendera yang beragam. Oleh karenanya dirinya berharap kesampingkan semua kepentingan pribadi dan golongan ketika bersama-sama dalam satu tujuan Kadin untuk Kutai Kartanegara agar bidang dagang dan industri Kukar bisa maju dan berkembang.
"Tutup lembaran perbedaan itu kita buka lembaran yang baru, untuk kepentingan Kukar kita harus bersatu, stigma masyarakat kita ubah dan mari kita bangun bahwa kita komitmen Kadin Kukar benar-benar mengurusi dagang dan industri di Kutai Kartanegara bukan kumpulan para kontraktor APBD saja," demikian Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah