Camat Sebulu, Edy Fahruddin kepada Korankaltim.com menjelaskan, air mulai masuk ke kantornya sejak Jumat (17/3/2022) tengah malam dan sampai hari ini belum ada tanda-tanda banjir surut.
"Hari ini masih banjir, Sungai Mahakam meluap makanya air belum surut," kata Edy Minggu (20/3/2022) hari ini.
Kecamatan Sebulu khususnya yang berada di pinggir Sungai Mahakam rata-rata terendam banjir, belum lagi air bah yang berasal dari dataran tinggi.
Masyarakat Desa Sebulu masih dalam keadaan aman dan diperkirakan air surut seiring dengan turunnya debit air di Sungai Mahakam.
Untuk menanggulangi masalah banjir ini aparat kecamatan sudah mengusulkan kegiatan normalisasi sungai kecil yang ada di kawasan Sebulu yang mengalami pendangkalan ke Pemkab Kukar.
Edy menyebut sungai itu bernama Loa Sebulu, panjangnya sekitar 14 km dan cabangnya terhubung dengan beberapa desa seperti Desa Giri Agung dan Sumber Sari.
"Sedimentasinya penuh, belum lagi lagi kayu-kayu yang nyangkut. Air yang dari sungai kecil itu turunnya ke Loa Sebulu," papar Edy.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur