Sembilan seniman yang berasal Tenggarong, Sangasanga, Samarinda, dan Balikpapan bergabung dalam festival ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar Slamet Hadiraharjo mengungkapkan, ini adalah bagian dari program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F), program dedikasi Kukar Idaman.
Kendati dalam persiapan yang singkat termasuk soal perizinannya ke Satgas Covid-19 Kukar namun berjalan dengan baik karena bertujuan mengakomodir kreativitas sebagian seniman mural dan grafiti di Benua Etam khususnya Kukar sendiri.
Slamet berharap ajang seperti ini dapat kembali dilaksanakan dan menampung kreativitas seniman yang lebih banyak lagi.
Melalui Kekraf Kukar, Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Asisten II Wiyono yang juga ketua Kekraf Kukar menyampaikan tempat atau fasilitas bagi beragam komunitas dapat difungsikan tahun depan.
"Tidak menutup kemungkinan komunitas di luar bisa bergabung, silahkan berkolaborasi bagaimana membentuk SDM dalam hal ekonomi kreatif untuk menyongsong IKN," papar Slamet.
Sementara Wiyono menuturkan, mural dan grafiti yang terlukis dalam Tenggarong Art Festival ini tak kalah keren dibandingkan dengan yang ditemuinya di Bandung, Malang, hingga Jogjakarta.
Ini mengindikasikan seniman di Kukar tak kalah kreatif dengan daerah luar. "Walaupun masih terbatas, mudah-mudahan kedepannya dengan semakin menurunnya covid 19 ini bisa lebih optimal," harap Wiyono.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur