Dalam prosesnya ada ketentuan-ketentuan hukum adat. Oleh sebab itu, Poeger mengatakan dalam prosesnya pun diserahkan kepada Kepala Adat Kutai Lama.
Sore tadi, lanjutnya, tanah adat dan air tersebut telah diterima langsung oleh Menteri Adat Kesultanan Kutai Kartanegara yang mewakili tiga pilar kesultanan. “Yakni trah Sultan Sulaiman, Sultan Alimuddin, dan Sultan Parikesit,” sebutnya.
Dia menyebut, pihaknya juga yang akan menyerahkan tanah dan air itu kepada panitia Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk ritual kendi nusantara.
Camat Anggana, Rendra Abadi menjelaskan bahwa pihak Kesultanan Ing Martadipura menghubunginya agar berkoordinasi dengan Ketua Adat di Kutai Lama untuk mengambil air dan tanah tersebut. Dan hal ini pun juga sesuai arahan dari Gubernur Kaltim Isran Noor agar prosesi diulang karena ada sebagian syarat yang harus benar-benar dilakukan secara sakral.
“Tadi siang kami setelah salat Zuhur langsung mengambil air di Danau Cermin, di Desa Kutai lama. Setelah itu kami juga mengambil air di dermaga Kutai lama di Tanjung Batu, setelah itu kami mengambil tanah di sekitar makam raja di Kutai lama,” kata Camat Anggana.
Nantinya tanah dan air dari Kaltim dan provinsi lain bakal digabung dalam ritual Kendi Nusantara ini yang dilaksanakan di titik Nol IKN dan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. “
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah