"Kami mempertanyakan dimana peran Kadin, dimana peran Disperindag, kok seperti tidak ada perannya sehingga terjadi kelangkaan seperti sekarang ini," kata Zulfiansyah kepada Korankaltim.com, Sabtu (12/3/2022). Disperindag Kukar melalui Kepala Bidang Perdagangan Sayid Fathullah mengungkapkan pihaknya memahami kondisi ini dan tetap mengimbau masyarakat jangan panic buying dan membeli sesuai kebutuhan.
"Jangan panik buying beli secara wajar dan sesuai kebutuhan saja, yang langka itu memang yang subsidi, kalau yang kemasan itu ya ada saja di pasaran. Untuk tindakan apakah ada sidak atau pasar murah, pekan ini akan kami rapatkan dengan asisten II," jelas Fathullah.
Zulfiansyah yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Tenggarong menegaskan bagaimana tidak panik kalau kenyataannya seperti sekarang dan kelangkaan minyak goreng terus saja terjadi dan membuat para ibu-ibu takut tidak bisa mengolah makanan terlebih lagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan.
"Sekarang orang sudah panik dengan Rp150 ribu, artinya 75 se-liter. Ya mending beli lauknya langsung tinggal makan, kami lihat pemerintah ini sepertinya acuh saja, ya paling tidak supaya ada aksi
misalnya mereka sidak atau ada melakukan pasar murah subsidi meski terbatas atau seperti apalah menyikapi persoalan kelangkaan minyak goreng ini, jangan santai-santai saja," tegas Zul.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur