Pasalnya, soal truk parkir ini, baik di kantong-kantong parkir ataupun di jalan raya sama-sama menimbulkan dampak yang kurang baik. Seperti yang terjadi di kantong parkir di depan SPBU Tenggarong di jalan Wolter Monginsidi, Timbau.
Aset Pemkab Kukar itu mengalami kerusakan berupa betonnya yang hancur diduga akibat tertabrak truk saat mundur, hingga mengganggu pengguna jalan pedestrian yang biasa dipakai masyarakat untuk lari sore.
Hal ini pun berujung pada penutupan kantong parkir tersebut khusus bagi truk-truk yang antre sejak beberapa pekan lalu.
Dishub kemudian menyurati pihak SPBU di pinggir jalan protokol kawasan Timbau itu sesuai arahan Sekda Kukar Sunggono agar antrean ini dapat diatur. Namun hingga kini, surat yang dikirimkan tak kunjung berbalas. Antrean truk pun diarahkan berpindah di bawah jembatan Kutai Kartanegara, namun masih ada beberapa yang parkir mengantre di jalan Patin tepat di samping kantor DPRD Kukar.
"Persoalannya di situ (jalan Patin) bisa juga rawan kecelakaan. Karena apa ? Itu kan ada jalan masuk ke perumahan kan, kalau orang keluar dari situ enggak kelihatan, terlindung sama truk-truk itu," sebutnya.
Itulah alasan perlunya terbang sistem antre yang baik. Dishub meminta paling tidak ada jadwal yang ditetapkan untuk masing-masing truk mengingat pihak SPBU juga mengantongi KTP para sopir ini. Ini, menurut Darwis, demi kenyamanan bersama.
Sebenarnya mengantre itu sah-sah saja, asalkan tidak sampai tiga hingga empat jam bertengger di pinggir jalan. Sama halnya dengan SPBU di jalan Pahlawan, terkadang Dishub masih menemukan ada truk yang bermalam di sepanjang jalan poros Tenggarong - Kota Bangun itu.
Cukup membahayakan bagi pengendara yang akan memasuki jalan poros ini baik dari arah toko di sebelah kiri jalan ketika ada truk yang parkir di kawasan itu. Darwis meyakini persoalan ini bisa teratasi jika SPBU-nya proaktif. Khususnya mengatur jadwal ya hingga tidak melayani truk yang sudah mendapat jatah di hari yang sama.
"Disiplin dalam hal ini. Kemudian sebaiknya ya nunggu dari rumah saja, misalnya jam sekian jadwalnya baru ke SPBU," tutup Darwis.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur