“Haul akbar untuk 62 orang seniman dan budayawan yang sudah wafat dirangkai dengan Isra Mikraj sekaligus silaturahmi seniman dan budayawan supaya terus mendapatkan informasi dari sesama seniman,” kata Nanang, sapaan akrab Misra.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat kegiatan yang dihadiri seniman dan budaya yang masih aktif maupun keluarga seniman dan budayawan yang telah wafat.
“Selama ini paguyuban, kelompok, grup masih ada tapi tidak ada yang menaungi. Lebih-lebih berkaitan dengan IKN ini, harusnya kearifan seni budaya harus ditingkatkan, lalu kami juga mempertanyakan perhatian pemerintah sejauh ini terhadap seni budaya yang terkesan diabaikan,” ungkap Nanang diamini Ketua Panitia Penyelenggara Isra Mikraj Buser LPKK, Surya Agus.
Perhatian terhadap seni dan budaya berbanding terbalik dengan perhatian pemerintah terhadap bidang olahraga.
“Kami bukannya iri atau apa, dimana-mana fasilitas olahraga bisa saja dibangun tapi akhirnya dan ujung-ujungnya banyak yang mangkrak, berbeda perhatiannya dengan di bidang seni budaya kearifan lokal asli daerah sendiri belum tersentuh baik. Kami berharap sarana prasarana untuk seni dan budaya bisa diperhatikan serta harapannya LPKK ini bisa hidup lagi untuk menyambut IKN,” pungkas Nanang.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur