Rekan dari salah satu sopir truk yang mengantri solar, Deri mengungkapkan, situasi jalan sedang ramai saat itu. Si sopir truk Isuzu yang belum diketahui identitasnya kaget saat melihat jejeran truk yang memakan badan jalan setelah melintasi tikungan kawasan tersebut, hingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.
Menurut Deri, sopir truk tersebut tak mau mengambil risiko dengan menghindari truk itu. Khawatirnya, truk ini akan melewati marka garis putih tanpa putus yang akhirnya bakal menabrak pengendara lain dari arah berlawanan.
"Pagi-pagi kan rame orang, yang berangkat kerja lah. Terpaksa, mau nggak mau menghantamkan ke truk itu," ungkapnya kepada Korankaltim.com.
Memang, kata dia, antrean truk ini cukup membahayakan pengguna jalan lainnya, karena terlalu memakan badan jalan yang secara langsung memperkecil luas salah satu lajur. Tentunya hal ini mengganggu aktivitas pengendara lainnya.
"Dari pada ada korban jiwa mungkin kan, lebih baik menghantam truk yang parkir itu," sebutnya.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Hanya saja kabin truk Isuzu itu mengalami ringsek, dan kondisi sopirnya disebutkan dalam keadaan aman.
"Kalau laju wah nggak tau lagi gimana itu," tandasnya.
Penulis: */Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah