"Di hari-hari sekarang ini sudah sangat menurun, bahkan sepi sudah. Karena kemarin memang ada tumpukan beberapa hari itu kan," kata Junaidi kepada Korankaltim.com.
Kendati sudah nampak padat dengan timbunan batu dan tanah, kawasan gorong-gorong di Dusun Pendamaran itu masih belum bisa dilewati kendaraan. Sehingga transportasi menggunakan kapal feri masih dibuka untuk saat ini. Sesuai dengan pengumuman dari Pemkab Kukar, jalur ini ditutup sampai dengan 7 Maret 2022 mendatang.
"Mudah-mudahan bisa lebih cepat (selesai), ya tergantung cuaca juga. Kalau memang cuaca masih panas terus, teman-teman cepat mengerjakan juga insyaallah lebih cepat.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Restu Irawan mengungkapkan, proses penimbunan dan pemadatan sebagai bentuk peran Forum TJSP Wilayah Hulu bekerjasama dengan Pemkab Kukar dan unsur muspika ini masih dalam proses penimbunan untuk peninggian elevasi kurang lebih 30 sampai 40 sentimeter. Sehingga jalan ini belum bisa dibuka untuk umum.
Jalan tersebut tengah melewati proses pengujian. "Itu baru dicoba tadi pagi pas gerimis, hanya saja masih kurang timbunannya," ujar Restu.
Mengingat waktu yang diestimasikan hingga 7 Maret 2022 mendatang, pembukaan jalan ini bisa saja lebih cepat daripada waktu yang sudah ditentukan apabila memang tidak terkendala terutama faktor cuaca. Menurut Restu, waktu hingga 7 Maret itu sudah termasuk estimasi waktu jika terjadi hujan berhari-hari yang menyebabkan pekerjaan pemadatan terhenti.
"Makanya menghitung sampai dua minggu. Prediksi 7-10 hari bisa dibuka kalau pekerjaannya lancar-lancar saja," tuturnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah