"Yang membuat warga resah di lapangan ditemukan plat lantai jembatan yang digunakan dalam perbaikan kegiatan rehabilitasi jembatan tersebut sudah lepas, dan warga mempertanyakan apakah perencanaan perbaikan dengan anggaran yang segitu besar tapi pekerjaannya hanya melapisi lantai jembatan dengan plat," kata perwakilan warga setempat, Andi Toba kepada Korankaltim.com, Minggu (27/2/2022).
Atas hal ini, masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah perencanaan yang dibuat sudah sesuai, sehingga kebutuhan anggaran yang digunakan satu miliar rupiah lebih itu memang desain rehabilitasi perbaikannya hanya seperti itu saja.
"Dalam artian hanya melapisi lantai jembatan dengan plat dan dilas. Ukuran jembatan panjang jembatan 60 meter," ungkapnya.
Pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dalam hal ini harus bisa memberi penjelasan kepada masyarakat, dan juga pemerintah setempat yang ada baik kecamatan maupun desa di wilayah jembatan tersebut apakah sudah melakukan fungsi pengawasan sesuai tupoksinya yang ada dalam kegiatan pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut.
"Ataukah melakukan pembiaran saja, dan menurut kami apakah kontraktor pelaksana pekerjaan ini sudah bekerja sesuai dengan RAB yang disepakati baik dari konsultan perencana ataupun teknis," bebernya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wisnu melalui Kepala Bidang Bina Marga, Restu Irawan menjelaskan, pekerjaan memang sudah selesai dan terkait keluhan yang disampaikan warga sudah langsung ditindaklanjuti.
"Iya rehabilitasi jembatan itu sudah selesai, penanganannya memang dibuatkan perkuatan-perkuatan. Yang masyarakat keluhkan kemarin berkaitan dengan las-lasan pada sambungan plat yang lepas dan sudah diperbaiki kembali. Setiap sambungan plat sebenarnya ada pipa yang ditanam, komplain dari masyarakat, sore sampai malam langsung diperbaiki," jelasnya.
"Jadi yang tampak di atas hanya plat, padahal banyak perkuatan pipa-pipa dan penggantian balok-balok kayu yang lobang diganti semua," timpal Restu.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur