“Setelah kami diskusikan dengan Pak Bupati karena memang sudah tidak sempat masuk di RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah) tahun 2022 murni kami akan prioritaskan di tahun 2023," imbuhnya.
Meskipun akan diprioritaskan tahun depan, Rendi mengaku Pemkab Kukar akan melihat lebih dulu hasil dari demplot jagung yang yang dilakukan pada 2021 lalu yang mengucurkan anggaran Rp7 miliar untuk rencana swasembada jagung.
“Kalau memang hasilnya baik kami teruskan dan dituntaskan juga RPU-nya, tapi kalau seandainya hasilnya tidak sesuai ekspektasi atau bahkan mungkin gagal kan hal ini tidak menutup kemungkinan juga," paparnya.
Tapi sejauh ini, lanjut Rendi di beberapa titik demplot yang sudah dikunjungi, hasilnya cukup memuaskan, dari targetnya 6 ton per hektar, ada yang dapat 5 ton dan ada 4,8 ton per hektar nya.
"Hampir mendekati (target) sebenarnya, tinggal memperbarui titik mana sebenarnya yang dibutuhkan sehingga swasembada ini berhasil dan RPU ini bisa mengikuti. Dalam kaitannya rencana kerjasama pihak ketiga nanti akan tetap dilaksanakan tapi itukan setelah bangunannya (RPU) jadi, bangunan tetap dari pemerintah, pihak ketiganya itu tetap dari Perusda yang bermitra dengan pihak ketiga, artinya bukan langsung pemerintah yang MoU, tapi kita serahkan ke Perusda yaitu KSDE," pungkas Rendi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur