Antrean kendaraan pun kembali mengular, dua excavator dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar dan PT REA Kaltim yang diturunkan untuk melakukan penimbunan dan pemadatan kini beralih fungsi untuk menarik truk-truk besar yang terjebak di kawasan itu.
"Alat itu nggak bekerja karena kendaraan (truk) tetap maksa masuk. Menjadi nggak maksimal karena fungsinya jadi buat narik kendaraan kan," kata Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan, Minggu (20/2/2022).
Restu menilai, proses pemadatan jalan di kawasan ini baru akan selesai jika tidak ada truk yang lewat.
Namun kabar baik datang dari Camat Kenohan Kaspul. Kecamatan Kenohan bersurat ke PT REA Kaltim dan PT Tunas Prima Sejahtera (TMS) untuk peminjaman pelabuhan atau logpond kedua perusahaan tersebut. Benar saja, truk-truk yang melintasi jalur ini dicarikan alternatif lewat transportasi sungai.
"Alhamdulilah sudah ACC semuanya, kades sudah menelepon dengan anggotanya, di Liang ada enam kapal feri," ujarnya.
Mengingat sarana alternatifnya sudah ada sehingga diharapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar dapat turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut.
Truk-truk yang berangkat dari kawasan hulu akan turun ke pelabuhan PT TPS untuk menaiki kapal feri dan naik lewat pelabuhan PT Rea Kaltim, begitu pula sebaliknya.
"Paling tidak ada yang mengatur lalu lintas dari Dishub. Karena Dishub kan saya tembuskan juga (surat, red), terus Bupati juga, Asisten II, PU, Bappeda dan segala macam kan," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah