Kepala Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kaltim Junaidi mengatakan, pembangunannya sudah ditarget selesai pada 31 Desember 2021 lalu dan saat ini mereka tinggal melakukan penyempurnaan berupa rambu-rambu dan sebagainya.
"Memang kawasan itu agak berat (sulit), susah di cor karena ruang yang sempit jadi harus rigid (dikeraskan) lagi. Kalau rigid memerlukan waktu, tidak boleh disenggol, tidak boleh dilewati," kata Junaidi Jumat (18/10/2022) siang tadi kepada Korankaltim.com.
Saat ini jembatan ini masih perlu sentuhan akhir, seperti keberadaan rambu-rambu dan penyempurnaan bahu jalan agar lebih rapi. Pengendara yang akan melintas tidak perlu lagi melewati jalur alternatif sebelumnya.
Jalan poros Samarinda-Loa Janan amblas sejak 2015 lalu. Para pengendara selama ini melewati jalan alternatif di kawasan Jetty PT Baramulti Suksessarana (BSSR). Kawasan berstatus jalan nasional itu baru dianggarkan perbaikannya pada 2020 lalu yang diperkirakan memakan dana sekitar Rp20 miliar lebih.
Mulai dikerjakan sejak 2021 hingga dan sudah rampung sehingga siap dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar. "Alhamdulilah sekarang sudah tersambung, ya disyukuri saja. Panjang 100 meter itu termasuk opritnya," tutup Junaidi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur