Dia berharap agar diberi kekuatan menjalani kasus yang telah menggemparkan warga Tenggarong ini. "Semoga Allah memberi kekuatan kepada saya sekeluarga," tulisnya lewat pesan singkat.
Dia masih hemat bicara soal ini. Ia tak merespons lebih lanjut pertanyaan yang disampaikan Korankaltim.com.
Sebelumnya, Kantor Kemenag Kukar telah menyatakan sikap untuk menanggapi keresahan masyarakat terkait dugaan kasus ini. Kepala Kantor Kemenag Kukar, Mukhtar menyatakan permintaan agar kasus ini diusut tuntas oleh kepolisian.
"Jadi memang itu sudah ditangani polisi, kita harapkan supaya tidak terjadi lagi. Karena itu kami mengharapkan polisi bertindak tegas terhadap kejadian ini," ujar Mukhtar.
Dia menegaskan kembali bahwa kasus ini murni dilakukan oleh oknum. Sehingga dia meminta masyarakat untuk tidak menggeneralisir bahwa semua ponpes berlaku demikian terhadap santriwatinya.
Kasus ini akan menjadi catatan Kemenag. Pihaknya akan memberikan teguran keras terhadap ponpes ini mengingat kasus tersebut tak hanya merugikan santrinya tapi juga mencemari citra ponpes lainnya.
"Apabila ada hal-hal di luar dari pada kebiasaan ataupun yang di luar dari norma-norma pondok pesantren, maka kami harus menindak tegas terhadap pondok-pondok pesantren yang memiliki catatan buruk itu. Bahkan kalau memang berulang kali kami akan mencabut izin operasionalnya," demikian Mukhtar.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah