"Jalan itu juga belum ada perbaikan semenjak kemarin. Akhirnya ada (kendaraan) yang dari jam 12 malam kemudian jam 1 siang baru bisa lolos," kata Tommy kepada Korankaltim.com, Rabu (16/2) pagi.
Pada saat rapat dengar pendapat di DPRD lalu, pihaknya sudah mengingatkan agar akses jalan ini diperbaiki secepatnya. Mengingat jalan alternatif ini diperkirakan hanya akan bertahan selama satu minggu setelah dibangun. Kemudian disarankan agar ini tidak perlu menunggu lelang. Mengingat ada sejumlah uang yang terkumpul dari TJSP-nya perusahaan yang beroperasi di sekitar Kenohan untuk diserap secepatnya.
"Ini kan tanggap bencana dulu harusnya. Kan dipisahkan dulu bagaimana mengatasi yang ada saat ini. Kalau nunggu duit dari pusat, lelang segala macam kan, ya lama prosesnya," sebutnya.
Beberapa perusahaan informasinya bakal membantu perbaikan sementara. Sejauh ini baru PT REA Kaltim yang mengkonfirmasi bakal menurunkan alat berat ke lokasi. Sementara, lanjut Tommy, Assosiasi Supir Belayan yang sebelumnya turut iuran dan membantu saat perbaikan sebelumnya, kebetulan sedang mengangkut muatan sehingga belum semuanya bisa membantu untuk hari ini.
"Cuman mungkin ada beberapa yang bisa membantu, kalau untuk kawan-kawan asosiasi memang kalau gotong royong terus buat bayar angsuran gimana," tuturnya.
Pada perbaikan sebelumnya, 60 truk batu koral dijanjikan bakal menjadi material pelengkap komponen jalan sementara. Masing-masing 30 truk untuk perbaikan kawasan hilir dan hulu. Namun terealisasi jauh dari sebanyak 60 truk, sehingga menjadi wajar jika akses jalan sementara itu rusak begitu cepat.
"Makanya hari ini sama Pak Camat kami bersurat juga ke beberapa perusahaan. Akhirnya ada tanggapan dari perusahaan Rea Kaltim mau menurunkan satu alat berat excavator," bebernya.
Camat Kenohan, Kaspul mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke perusahaan untuk membantu perbaikan. Dia mengharamkan jalan ini dipergunakan oleh perusahaan jika mereka tidak mau membantu untuk perbaikan akses jalan ini.
"Kalau nggak ada di situ mestinya nggak boleh (lewat), haram hukumnya sudah. Iya mereka itu yang merusak yang besar-besar," ujarnya.
Sebanyak 60 truk batu yang dijanjikan juga tidak ada, hanya seadanya yang berasal dari iuran warga juga Asosiasi Sopir Belayan. Diakuinya, tidak ada peran serta perusahaan dalam proses perbaikan akses sementara sebelumnya.
Besok, akan ada tinjauan dari Pemkab Kukar ke lokasi jalan rusak ini. Mulai dari Dinas PU, Asisten II Setkab Kukar, dan beberapa pihak terkait. Dia mendesak akses jalan ini segera tertangani mengingat ada sekitar Rp600 juta lebih yang terkumpul dari perusahaan yang ada untuk segera diserap. Tidak mesti menunggu target uang terkumpul mencapai target Rp1,5 miliar.
"Karena kalau ndak diselesaikan itu saya ndak tanggung jawab lagi dah," sebutnya.
Dia tidak berani berjanji kapan akses jalan ini bakal rampung. Paling tidak ini haru secepatnya tertangani.
"Saya malam tadi bekerja sampai setengah 2 malam, lampu mati, HP mati. Ini saya ngecas baterai di rumah warga aja," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah