Ini mengingat Virus Covid-19 varian omicron telah terdeteksi masuk ke Kukar berdasarkan hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) S-Gene Target Failure (STGF) terhadap 17 spesimen pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tertanggal 10 Februari 2022.
Kepala Dinkes menyebutkan, 16 dari 17 spesimen pasien terkonfirmasi positif tersebut adalah pasien probable omicron. Dengan ini, sudah terdapat kasus omicron di Kukar.
"Dan telah terjadi penularan atau transmisi lokal," kata Martina.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Pasien Probable adalah orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal nafas akibat aveoli paru-paru penuh cairan (ARDS) atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
SGTF merupakan teknologi yang dipakai sebagai deteksi dini varian omicron. Sistem SGTF ini, kata Martina, adalah RNA yang mampu melakukan pemeriksaan probable omicron.
"Untuk dapat melakukan pemeriksaan ini, kita mengirim spesimen ke Litbangkes Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Martina mengingatkan, varian omicron menular lima kali lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Bahkan menurunkan efektivitas vaksin hingga 50 persen.
"Karena itu segera lengkapi dosis vaksinasinya, harus sampai booster," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah