Salah satu aset yang kembali dihidupkan ialah Kolam Renang Putri Junjung Buyah yang berada di kawasan Kompleks Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

“Bangkit dari tidur panjang, venue ini dibangun 2002 namun terbengkalai sejak 2018. Fasilitas yang ada berupa kolam renang olympic yang merupakan venue utama, dan dulu sempat pernah dilakukan renovasi ditambah tiga sentimeter untuk memenuhi standard internasional, jadi apabila ada pemecahan rekor dunia di kolam ini maka rekor dunianya itu diakui,” kata Afe sapaan akrabnya saat pemaparan Ngapeh Hambat dengan tema Optimalisasi Aset dan BLUD Pemkab Kukar, di Kolam Renang Putri Junjung Buyah, Senin (7/2/2022).
Afe menceritakan, sebelum bisa kembali dibuka untuk umum per 7 Februari ini setelah sebelumnya terbengkalai selama empat tahun, kualitas air yang ada sangat buruk.
Air sangat pekat, endapan lumpur dan material lainnya serta lumut setebal 30 sentimeter, namun berkat ada niatan dan dibantu dengan petugas Satpol PP Kukar, akhirnya kolam renang yang banyak memiliki fasilitas penunjang olahraga air baik itu olahraga renang dan olahraga menyelam serta loncat indah ini kini sudah tampak lebih hidup.
Diketahui sejak kejadian 4 tahun lalu, yakni tragedi meninggalnya bocah 10 tahun yang tenggelam di kolam renang ini, aktivitas di venue ini perlahan-lahan mati di samping juga disebabkan besarnya pembiayaan untuk perawatan tentunya.
"Selain kolam utama, ada juga kolam loncat indah. Ada kolam pemanasan, yang sifatnya tidak boleh masyarakat umum. Kolam permainan untuk anak-anak, kolam arus untuk latihan atlet, untuk melatih power atlet, sangat dibutuhkan guna menguatkan kaki dan bahu, namun fasilitas ini hanya sekali saja berfungsi, sekarang sudah rusak. Selain semua itu juga ada fasilitas pendukung lainnya namun dalam kondisi hampir keadaan yang hilang dan tidak bisa berfungsi lagi," ungkapnya.
Afe menegaskan, kini Kolam Renang yang dulu pernah digunakan untuk penyelenggaraan Porpov dan event nasional ini bisa digunakan kembali dan terbuka untuk umum per 7 Februari ini. Saat ini, pihaknya tengah menjajaki upaya kemitraan agar aset ini bisa termanfaatkan dan mampu menghasilkan PAD.
"Mudahan per hari ini sudah kita buka untuk umum, namun tetap ruh-nya Dispora ialah untuk pembinaan atlet dan kepemudaan, jadi kita harus jeli. Dispora ini banyak asetnya tapi tidak bisa kita fungsikan semua, sangat berat namun bukan berarti tidak bisa, tentunya dengan strategi optimalisasi aset," tegasnya.
"Jadi apapun sebenarnya, khusus venue olahraga adalah output nya menghasilkan atlet yang berkualitas untuk mengharumkan nama Kutai Kartanegara di bidang olahraga, tapi ketika berkaitan dengan aset, maka bagaimana upaya kita untuk penambahan PAD dengan memfungsikan venue itu," pungkas Afe.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah