"Perbaikan di gorong-gorong sudah, diberi matingan kayu log sumbangan dari perusahaan," kata Kades Tuana Tuha, Tommy.
Proses pengerjaannya dibantu masyarakat secara swadaya. Mereka menyalurkan tenaga dan iuran mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta untuk membeli konsumsi, bahan bakar solar hingga sewa eksavator.
Kayu-kayu log yang dibutuhkan diangkut oleh para supir truk asal Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang yang tergabung dalam Asosiasi Supir Belayan yang menginisiasi mengangkut kayu-kayu log itu ke lokasi.
"Kemarin baru selesai pengerjaan pengerasan, diberi matingan, ditaruh di dasar (jalan) baru ditimbun batu," papar Tommy.
Diketahui, ada sekitar 15 kilometer jalan yang rusak parah di Tuana Tuha. Dua titik di Pendamaran ini merupakan yang terparah. Untuk di kawasan hulu Pendamaran, kondisi akses jalan sementara yang dibangun masih belum kokoh, mobil masih bisa lewat namun lalu lalang kendaraan masih belum lancar.
Hari ini diharapkan tidak turun hujan agar proses pengerjaan di titik hilir Pendamaran berjalan lancar. Sementara air yang menggenangi akses jalan di kawasan ini diinformasikan sudah mulai kering.
"Kalau misalnya titik ini sudah diperbaiki, masih banyak lagi titik-titik yang lain. khawatir kalau misalnya itu tidak segera diperbaiki pemerintah, itu hancur lagi," tutup Tommy.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur