Hal ini disampaikan Camat Kenohan Kaspul. Disebutkannya, 60 truk batu itu akan dipakai untuk memperbaiki dua titik jalan yang rusak, termasuk lokasi jalan ambles di Dusun Pendamaran, Desa Tuana Tuha saat banjir beberapa waktu lalu.
“Ada 30 dump koral kami siapkan dan kami buatkan matingan dari kayu log. Insya Allah besok selesai,” kata Kaspul.
Seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan beberapa kepala desa, khususnya kepala desa Tuana Tuha dan Kenohan berikut anggota DPRD Kukar Doni Ikhwani, terlibat agar akses ini dapat segera terhubung kembali.
Sebanyak 27 perusahaan swasta yang ada di Kenohan juga diminta untuk berpartisipasi membangun kembali akses yang terputus ini.
Diperkirakan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp1,5 miliar. “Menurut informasi asisten II, sekitar Rp600 juta lebih sudah terkumpul,” ungkapnya.
Pemkab Kukar sebenarnya sudah menganggarkan Rp31 miliar di APBD 2022 untuk perbaikan jalan di wilayah itu. Bupati Edi Damansyah menginginkan agar titik jalan yang rusak di Kenohan dapat segera diperbaiki. “Beliau mendukung agar itu segera terealisasi. Karena untuk menghubungkan tiga kecamatan, cuman daerah Tuana Tuha itu yang menjadi PR besar. Belum ada aspalnya,” sebutnya.
Sebelumnya, jembatan kayu yang dibangun warga kurang lebih sepanjang 6 meter sebagai alternatif jalan putus akibat banjir di Dusun Pendamaran dibongkar, Sabtu (5/2/2022) akhir pekan tadi.
Pembongkaran itu dilakukan karena sebelumnya sempat terjadi polemik saat truk Basarnas yang datang untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Belayan, diminta membayar Rp20 ribu sebelum melintas jembatan kayu tersebut.
Cerita-cerita soal dugaan pungutan liar pun beredar sampai membuat kisruh di jagad maya, hingga akhirnya jembatan tersebut dibongkar oleh masyarakat sebagai bentuk kekecewaan.
Kapolsek Kenohan AKP Dedi Setiawan mengatakan sebelum jembatan alternatif itu dibongkar, ia bersama Kades Tuana Tuha sudah meminta agar masyarakat tidak memasang tarif. Masyarakat menyetujui namun belakangan jembatan itu justru dibongkar.
“Memang disadari atau tidak, jembatan itu sangat membantu. Kecuali jembatan itu yang membuat adalah pemerintah, ya jelas salah mereka (masyarakat, Red),” kata Dedi.
Penulis: */Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur