Kejadian ini diketahui rekan korban bernama Rudi Harianto (40), sekitar pukul 14.30 WITA dia pergi ke teras rumah warga yang merupakan salah satu spot korban dan Rudi biasa datangi untuk memancing.
Begitu sampai di lokasi, Rudi menyebut hanya melihat sepeda motor korban di pinggir jalan dan alat pancing korban masih terpasang rapi di teras rumah warga itu. Begitu pula dengan barang-barang lain seperti ponsel genggam, sandal, dan tas korban. Hanya saja korban saat itu sudah tidak ada di tempat.
"Siapa tahu beliau (korban) lagi kencing atau gimana, saya panggil kok nggak datang-datang. Saya sempat menunggu di sini, kemudian saya tanya ibu-ibu penyapu jalan juga nggak liat. Kemudian saya cari-cari, dikasih tahu orang untuk cari di rumah sebelah sekalinya di sebelah itu saya temukan kepalanya kelihatan mengapung," kata Rudi kepada media.
Menurut Rudi, salah seorang pedagang pangsit yang biasa lewat mengaku melihat korban sejak pukul 12.00 WITA. Korban yang juga merupakan ASN di Dinas Koperasi dan UKM Kukar itu diketahui memiliki keluhan hipertensi, dikhawatirkannya tekanan korban meninggi sesaat sebelum tercebur.
Kaur INAFIS Satreskrim Polres Kukar Aiptu Dian Heri Wahyudi mengungkapkan, korban ditemukan dalam kondisi bagian kepala dan bahu nampak di permukaan air. Jenazahnya kini sudah dievakuasi RSUD AM Parikesit.
Saat ditemukannya jenazah korban, kedalaman air cukup dalam. Menurut penuturan Dian, kakinya tidak menyentuh dasar sungai saat mengevakuasi jenazah. Sehingga korban saat itu di evakuasi dengan cara membelitkan selang air ke tubuh korban, kemudian diangkat ke permukaan.
Barang bukti berupa alat pancing, tas, juga sendal korban dibawa ke Polres Kukar untuk kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara penyebab jatuhnya korban belum bisa disimpulkan.
"Indikasi sementara belum dapat kita simpulkan karena kita masih di TKP, selanjutnya nanti kita ke rumah sakit untuk dilakukan visum," tandasnya.
Penulis : Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan