Di antaranya Desa Sido Mulyo, Kampung Baru, Tabang Lama, Umaq Dian, Umaq Tukung, dan kawasan Sungai Luluk. Ketinggian air rata-rata mencapai 80 sentimeter.
"Yang terdalam di desa Sidomulyo, sudah setinggi 85 cm, kecepatan airnya per 15 menit nambah 10 sentimeter," kata Joko kepada Koran Kaltim.com.
Akibatnya, akses jalan di kawasan tadi menjadi terputus. Pihaknya sementara harus mengevakuasi masyarakat ke dataran yang lebih tinggi.
Tepatnya, kata dia, di bawah kaki gunung kawasan Sungai Atan. Kemudian listrik dalam keadaan mati, PLN diminta untuk memadamkan listrik lantaran dikhawatirkan membahayakan bagi masyarakat.
"Kondisinya sekarang masyarakat lagi menyelamatkan harta benda yang bisa diselamatkan, dan untuk anak-anaknya juga. Sementara kita lagi mencari penampungan ke dataran tinggi," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan bantuan logistik selama penanganan banjir. Dia mengimbau masyarakat untuk koordinatif mengingat situasi banjir dirasa cukup membahayakan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan