"Saat ini progres 87 persen, karena tinggal menguruk atau menimbun satu sisi, namun keburu banjir (pasang sungai, red). Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini air sudah surut di Pendamaran," kata Kepala Dinas PU Wisnu didampingi Kepala Bidang Bina Marga Restu Irawan kepada korankaltim.com, Minggu (23/1/2022).
Ia mengungkapkan kendala utama yang dihadapi petugas PU di lapangan adalah kondisi pasang surut Sungai Belayan.
"Air dari hulu yang menyebabkan terendam lokasi pekerjaan sehingga kami hentikan dulu karena tidak dipersyaratkan dalam pekerjaan. Seperti kondisi kemarin karena memang air yang meluber tinggi siklus banjir lima tahunan," ungkapnya.
Langkah darurat yang dilakukan Dinas PU untuk memperbaiki jalan Dusun Pendamaran ini selain memperbaiki dan menguruk, pihaknya juga membuat gorong-gorong atau culvert box untuk memecah aliran air sungai agar tidak terlalu banyak meluber ke badan jalan.
"Culvert box hanya kita tambah satu dulu, karena penanganan sifatnya insidentil, kalau untuk melewatkan air ya memang harus membuat beberapa jembatan yang fungsinya mengalirkan air dari Danau Semayang ataupun Sungai Belayan. Karena kan memang sisi kiri Danau Semayang dan sisi kanan Sungai Belayan," terangnya.
"Minimal pada culvert box tersebut ditutup dengan konstruksi permanen agar pengguna jalan bisa berkendara meskipun tergenang air banjir lima tahunan," timpal Restu.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan