Ada dua korban dalam kelompok yang sama mengalami luka-luka namun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Sementara di Km 40 terjadi kecelakaan kedua yang melibatkan dua motor dan ada tiga korban. Salah satu korbannya mengalami luka patah tulang di kaki. Korban dievakuasi oleh Relawan Siaga Batuah (RSB) kecelakaannya diurus oleh kepolisian.
Kecelakaan ketiga di Km 55, hanya saja kejadiannya sudah di luar wilayah Taman Hutan Raya (Tahura). Terakhir di Km 26, pengendara sepeda motor terjatuh, kemudian ditabrak oleh rekannya yang mengiringi dari belakang.
Ketua Relawan RSB Bustan mengatakan, pihaknya pun dibuat sibuk untuk mengangkut korban kecelakaan ke fasilitas kesehatan. Dia menceritakan, saat mengangkut korban kecelakaan di Km 40 ke RS Dirgahayu, tak berselang lama juga terjadi kecelakaan di Km 26, sementara ambulans yang dimiliki relawan hanya satu sehingga alternatif lain dicarikan untuk mengevakuasi korban.
"Dicarikan alternatif lain, dibonceng tiga hingga ke posko. Saya minta tolong sih, kalau bisa kita punya ambulans emergency. Kalau dibilang untuk perjalanan jauh, ambulans yang ada ini sudah tidak aman lagi," kata Bustan kepada Korankaltim.com siang tadi.
Ini merupakan kejadian terbanyak dalam satu hari. Sebelumnya, yang terparah, sepeda motor yang mengalami kecelakaan sampai masuk ke dalam rumah warga di Batuah. Rata-rata penyebab kecelakaan karena korban tidak dapat menguasai laju kendaraan saat berkendara dalam kecepatan tinggi sehingga setiap akhir pekan, pihaknya harus standby untuk mengevakuasi korban-korban kecelakaan.
Kecelakaan terjadi akibat ketertiban berlalu lintas dan ketertiban dalam berkendara dilanggar oleh pengendara itu sendiri.
Bahkan warga juga sudah muak apabila pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi juga menggunakan knalpot balap.
Karena tidak bisa serta-merta melarang orang-orang berkendara lewat kawasan ini, Bustan mengimbau para pengendara ini untuk berkendara dengan kecepatan yang wajar dan harus lebih berhati-hati karena para pengendara sendiri yang akan menerima resikonya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur