Menurut warga banjir di Cipari Makmur ini merupakan yang terparah sejak bertahun-tahun lalu.
"Ada warga ketemu saya itu menggigil ketakutan karena dia bilang baru tadi malam ini banjir seperti ini, kencang sekali mana katanya ngeri arusnya itu," kata Barliang dikonfirmasi Korankaltim.com
Selain itu, sawah-sawah yang terendam banjir di Muara Kaman dikhawatirkan gagal panen. Banjir ini memang murni faktor alam, air hujan tadi cukup deras dan merata. Sementara beberapa daerah di wilayah lain melakukan pendataan korban, dia juga sempat meninjau desa-desa yang terdampak banjir ini menggunakan jonder dan menemukan apa yang menjadi faktor lambatnya air menyurut.
"Ada yang seharusnya itu jadi jembatan tapi malah gorong-gorong. Jadi keluarnya air itu agak kurang (lancar). Ini perlu kita bahas bersama dengan pemerintah kabupaten, karena kemungkinan kalau untuk anggaran dana desa kan ndak bisa," jelasnya.
Sementara di Kecamatan Sebulu, banjir juga menggenangi beberapa desa. Bahkan banjir hampir merendam Kantor Camat.
Camat Sebulu, Edy Fachruddin menerangkan, banjir di kecamatannya itu juga dipicu oleh hujan yang mengguyur sejak Magrib hingga tengah malam tadi. Seperti di SP 1 merendam sekitar 60 persen wilayah desa. Diperkirakan ada 936 KK dari total sebanyak 1.569 KK atau sebanyak 3.369 jiwa dari 5.600 jiwa.
Edy menyebut banjir di beberapa desa berangsur-angsur surut. Informasi terbaru yang diterimanya, banjir sudah surut sejak pagi tadi.
Menurutnya, banjir menggenangi kawasan SP Sumber Sari, Selerong, Senoni, Giri Agung. Di beberapa tempat, ketinggian genangan air mencapai kaki orang dewasa. Dikhawatirkan, hujan kembali mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan banjir susulan.
"Informaisnya mau surut, cuma air tu masih menggenang. Kalau hujan lagi bisa-bisa kantor kami tergenang juga," ujarnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan