Tercatat 12 bangunan yang terdampak yang berlokasi di RT 01 dan RT 3, baik yang mengalami rusak parah hingga roboh antara lain enam rumah rakit, empat bangunan sarang burung walet roboh, rumah bantuan Layak Huni dan bangunan kantor lembaga terpadu. Ada 44 jiwa terdampak kejadian ini, sementara mereka mengungsi ke rumah kerabatnya.
Ramsyah, warga setempat mengatakan, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Beberapa rakit terasa bergerak saat kejadian tersebut, kemudian empat bangunan sarang burung walet yang menancap di tanah rawa itu paling besar kerugiannya, mulai dari Rp30 juta hingga Rp100 juta karena pondasinya yang hanya menancap begitu saja masih tidak mampu menahan terjangan puting beliung.
"RBW (rumah burung wallet) itu sepertinya tercabut dengan tongkatnya, meski sudah diberi suai tetap saja tidak ada kekuatannya. Saya perhatikan empat rumah walet itu semuanya terangkat kemudian rebah, bukan hancur," kata Ramsyah.
Saat ini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muara Wis sudah datang ke Muara Enggelam. Terkait dengan data-data korban terdampak sudah dikirimkan ke pihak-pihak terkait.
Kejadian yang sama dikatakan Ramsyah juga pernah terjadi 18 tahun silam, angin puting beliung juga menghantam pemukiman warga di desa tersebut.
"Pernah dulu kejadian di 2004 itu pernah juga, bahkan lebih banyak lagi kerugian materialnya dulu," ungkapnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur