"Dulu katanya untuk memfasilitasi dan turut serta menunjang pariwisata juga menjadi pusat pelaksanaan acara beseprah pada perayaan Erau, nah dicor lah pada saat itu, tapi kemudian diaspal lagi. Kenapa harus di aspal lagi sementara dicor kan harusnya sudah cukup kuat, kenapa kok anggaran tidak dialokasikan ke ruas jalan lainnya yang memang benar-benar perlu diperbaiki. Namun sekarang aspal yang ada itu justru bolong-bolong," kata Saparuddin kepada korankaltim.com, Minggu (9/1/2022).
Politikus PKS ini mengakui secara teknis dirinya tidak tahu penyebabnya karena itu ranahnya dinas terkait.
"Apakah dulu pembangunannya sesuai dengan perencanaannya tetapi saya kira keresahan itu tidak hanya disampaikan oleh masyarakat yang tinggal di Tenggarong tetapi terutama teman-teman di hulu banyak yang menyoroti," ungkapnya.
Tapi kalau memang niat perencanaannya dari awal untuk memanjakan penduduk dan para wisatawan, Anggota Komisi IV ini menyebutkan hal itu sah-sah saja.
"Tapi kalau itu ada kesalahan dan kemudian ditutupi dengan cara diaspal dan faktanya juga aspal itu sekarang sudah terkelupas lagi, nah itu tentu kita harus memberikan masukan kepada pemerintah terutama OPD yang terkait untuk lebih cerdas didalam memanfaatkan anggaran, seperti yang sudah disampaikan bahwa banyak masih fasilitas infrastruktur jalan yang memerlukan lebih prioritas," kata wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) I Tenggarong.
"Saya dulu pernah menyuarakan itu padahal baru tapi kok sudah terkelupas, apakah itu memang dari perencanaan atau memang mutu dari pengerjaan," demikian Saparuddin.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan