Pertemuan ini mengundang pihak Dinas Kesehatan Kukar, PDAM Tirta Mahakam dan unit PDAM Kembang Janggut, unsur Forkompimcam Kembang Janggut, Kades Kembang Janggut, Kades Kelekat dan pimpinan PT REA Kaltim.
Pertemuan tersebut menghasilkan saran kepada PT Larasati Jaya Energi, sebagai pembeli cangkang Sawit yang tumpah ke sungai itu, untuk melakukan pengendalian pencemaran dan harus mengangkat ponton yang miring itu.
Kemudian PT REA Kaltim Plantation sesuai Kontrak Kerjasama Jual Beli Cangkang harus memperhatikan PT Larasati Jaya Energi untuk penanggulangan dampak dan mengangkat kapal ponton tersebut. Juga mengedepankan program tanggung jawab sosial bagi desa yang termasuk dalam ring 1 sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat sekitar Perkebunan.
Kemudian, dari hasil analisa kualitas air, parameter yang diuji dinyatakan memenuhi baku mutu kecuali nilai TSS atau indikator tingkat kesuburan di suatu perairan.
Data UPTD Puskesmas Kembang Janggut periode Desember 2021 menyatakan tidak ada penyakit gatal-gatal atau dermatitis yang disebabkan tercemarnya air sungai belahan seperti yang diisukan pasca kejadian.
Begitu pula data Laporan Hasil Uji Kualitas air pada PDAM Kembang Janggut yang diambil, semua parameter memenuhi baku mutu sesuai Permenkes 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Kasubid Penegakkan Hukum dan Lingkungan DLHK Kukar, Riduan mengatakan hasil analisis terhadap air sungai nelayan dan PDAM itu sudah menjawab kekhawatiran masyarakat.
"Artinya untuk perairan kembang janggut Sungai Belayan dinyatakan aman. Namun kami dari pihak DLH kemudian dari dinas kesehatan, puskesmas kembang janggut tetap memonitor perkembangan terkait dengan aliran sungai ini," terangnya.
Pihak Desa Melekat juga langsung menerima hasil analisis itu. Tinggal persoalan TJSP Rea Kaltim Plantation yang dikeluhkan pada pertemuan tersebut.
"Terkait persoalan CSR yok kita duduk bersama, nanti akan kita fasilitasi antara pihak Desa dengan Rea Kaltim," ujarnya.
Kades Kelekat, Cawal mengaku bisa menerima hasil uji Laboratorium Lingkungan DLHK itu. Dia berharap kejadian ini menjadi hikmah, terutama soal adanya pembinaan kepada masyarakat maupun CSR dari PT REA Kaltim Plantation.
"CSR terutama REA Kaltim memang boleh dicek, kurang sekali. Terutama yang air bersih. Kami desa Ring 1 yang sangat terdampak pada kegiatan mereka. Bukan hanya limbah saja, tapi kegiatan-kegiatan lain. Itu saja harapan kami dari desa ini," jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan