"Bergeraknya yang konkret-konkret saja jangan mimpi ketinggian setinggi langit, kita sudah tahu potensi, mulai dari hal yang kecil karena tidak ada hal yang besar dicapai kalau tidak yang kecil dulu," kata Edi saat dikonfirmasi Korankaltim.com Kamis (30/12/2021) pagi tadi.
Ketika mengetahui saat awal ini, kinerja Perusda TP akan mengoptimalkan upaya pemulihan dahulu karena banyak catatan negatif yang harus segera diselesaikan, Edi menyatakan hal itu merupakan teknis langkah pekerjaan serta manajemen dari pimpinan Perusda TP.
"Kalau masalah pemulihan atau recovery itu teknis pekerjaan manajemen dari Dirut yang bersangkutan, yang pasti sudah ditegaskan saya dan wakil bupati tidak mengintervensi, lakukan secara profesional proporsional karena kan proses seleksi kan sudah dijelaskan dalam artian secara kemampuan akademik nya kan merekalah yang paling unggul nilainya, buktikan bagaimana melaksanakan pekerjaan, makanya kami lakukan penandatanganan kontrak kinerja saat pelantikan (Senin 27 Desember)," paparnya.
Edi juga menyadari, pekerjaan memimpin Perusda TP tidak mudah, namun pihaknya membangun rasa optimis dan percaya kepada Dirut yang baru dilantik agar bisa memberikan harapan kepada Pemkab bahkan masyarakat Kukar secara keseluruhan.
"Lakukan hal yang konkret, jangan terlalu menerawang, saatnya membangun trust atau kepercayaan, karena memang cerminan BUMD hingga BUMN selalu ada persoalan yakni yang pertama trust dan kedua intervensi. Kami sepakat kami tidak akan mengintervensi BUMD dan kami berikan ruang kepada jajaran Direksi untuk berkomunikasi dengan stakeholder yang ada dalam hal pengembangan bisnis," terangnya.
"Kami berikan leluasa secara proporsional agar berkontribusi devidennya bagi daerah, bukan persoalan besar kecilnya, berapapun nilainya paling tidak ada harapan dan ada tanda-tanda kehidupan, Tunggang Parangan ini perjalanannya sudah sangat panjang. Saya manaruh harapan besar kepada saudara Luthfi," tutup Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur