Pengambilan sampel pertama Jumat 17 Desember lalu. Hari itu, DLHK ke lokasi setelah mendapat informasi dari Kades Kelekat Kamis (16/12/2021) sore.
Pengambilan sampel kedua Senin (20/12/2021) kemarin di seputaran Sungai Kembang Janggut dan sekitarnya.
Kedua sampel air diuji di Laboratorium Lingkungan DLHK, nantinya hasil pemeriksaan ini akan menjawab apakah terjadi pencemaran atau tidak di sungai sekitar lokasi kejadian hingga ke wilayah hilirnya.
"Kami usahakan sebelum Natal ini mudahan bisa keluar, jadi lebih cepat," harap Riduan kepada Korankaltim.com, Selasa (21/12/2021) sore tadi.
Belakangan muncul isu di media sosial ada masyarakat Kembang Janggut yang mengeluhkan gatal-gatal setelah kejadian itu.
Pihaknya juga investigasi hal itu, dengan memanggil pihak kecamatan, Polsek dan Puskesmas Kembang Janggut soal adakah laporan keluhan warga yang mereka terima soal keluhan gatal-gatal ini. Namun tak ada satupun pihak yang mendengar langsung soal keluhan ini.
"Di Desa Kelekat sendiri sebenarnya tidak ada masalah, tidak ada reaksi apa pun biasa-biasa aja. Cuman mereka minta diperiksa saja tumpahan itu," sebut Riduan.
DLHK juga mengambil sampel air yang diolah PDAM setempat sebagai data pendukung air tersebut tercemar atau tidak secara ilmiah. "Jadi bukan 'katanya-katanya'," tegas Riduan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur