"Yang akan kita kerjakan hampir empat kilometer, dua kilo dari APBD murni, dan hampir dua kilo APBD -P," kata Restu kepada Koran Kaltim, Selasa (14/12/2021).
Diketahui, semenisasi dimulai dari jalan eks PT Tanito Harum hampir sekitar dua kilometer, ini dianggarkan lewat APBD Perubahan 2021 dengan nilai kontrak Rp8,6 miliar di LPSE. Kemudian akses jalan di Dusun Ngadang tepatnya, dikerjakan sepanjang dua kilometer didanai lewat APBD murni 2021 dengan nilai kontrak Rp7,3 miliar.
Restu menyebut, jalan merupakan salah satu akses yang diprioritaskan untuk diperbaiki. "Ke depan juga akan ada lanjutannya, untuk penyelesaian-penyelesaian di daerah situ," sebutnya.
Pengerjaannya ditargetkan selesai pada Desember ini. Jikapun terlambat, kontraktornya masih punya opsi pengerjaan 50 hari tambahan. Selain itu, disebutkannya masih banyak kebutuhan infrastruktur jalan lainnya di Kukar yang harus dipenuhi. Sehingga perbaikan akses jalan ke depan, termasuk jalan Rapak Lambur- Senoni ini, akan diselesaikan secara bertahap.
Akses jalan ini sempat viral di media sosial pada September lalu. Beredar video pernyataan Bupati Kukar Edi Damansyah di media sosial yang memastikan jalan di Desa Sanggulan bakal mulus pada tahun 2020. Sayangnya, rekaman pernyataan Bupati tersebut didampingkan dengan kondisi jalan lain yang sebenarnya berada di Dusun Ngadang, di Desa Beloro. Untuk kawasan Dusun Ngadang diketahui juga menjadi lanjutan kegiatan proyek yang akan dikerjakan pada tahun 2021 ini.
Terhadap postingan itu, Edi mengucapkan terima kasih terhadap masyarakat yang sudah membuat video tersebut sebagai bentuk kritik.
"Ini memang bagian kritikan kepada kami dan jajaran. Saya memang terus memantau secara langsung banyak kegiatan itu sudah kita tetapkan, kami bersama DPRD sudah setuju ditetapkan dalam APBD," ujarnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan