Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pela Alimin mengungkapkan, anugerah tersebut diberikan mewakili Kaltim. Desa Wisata Pela berhasil masuk dalam 16 desa yang memperoleh anugerah ini, bersaing dengan ratusan desa wisata lain se-Indonesia.
Sebelumnya Desa di Kota Bangun yang begitu dikenal karena bentangan Danau Semayang itu kedatangan tim verifikasi Desa Wisata Berkelanjutan, ada 174 item yang perlu dipenuhi mulai dari SK Pokdarwis hingga peraturan desa yang mendukung pengembangan wisata ini.
Setelah melewati verifikasi pada 7 November diumumkan Desa Pela lolos hingga mendapat sertifikat dan piagam itu. "Semua berkas kami beri, pertama SK Desa Wisata, punya SK Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata, BUMDes-nya harus jalan, kemudian objek wisatanya jelas," jelas Alimin.
Desa Wisata Pela sendiri menyajikan Ekowisata Pesut Mahakam dan Bentangan Danau Semayang, Museum Nelayan dan beberapa atraksi wisata lainnya. Kini sudah dipatenkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI lewat Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), dan menjadi salah satu syarat sertifikasi tersebut.
Selain itu desa wisata ini menyajikan konsep digitalisasi di Museum Nelayan, berbagai penjelasan informasi terkait puluhan alat tangkap di dalamnya dapat diperoleh dengan memindai kode batang yang tersedia, hingga transaksi non-tunai yang dijalankan juga menjadi penilaian.
"Bikin desa wisata itu tidak mudah. Kami kan menjalani empat tahun dan ini termasuk cepat. Di Jawa itu ada yang tujuh sampai 10 tahun untuk bisa seperti desa kami. Dengan sertifikat ini mengartikan desa wisata kami sudah teregistrasi di kementerian," paparnya.
Desa Pela sendiri sudah pasti memenuhi tujuh Sapta Pesona pariwisata, saat ini mereka terus melakukan perbaikan dari segi penginapan dan toiletnya.
Pemerintah daerah baik Pemkab Kukar maupun Provinsi Kaltim dikatakan sangat support terhadap pengembangan Desa Wisata Pela. Selain itu instansi terkait seperti Badan Wilayah Sungai (BWS), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), juga Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (Rasi) turut berperan dalam pencapaian ini.
Selain itu dukungan melalui pendampingan desa oleh Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) juga menghantarkan Pela sampai ke titik ini.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur