Pantauan Korankaltim.com, setiap hari dilakukan kegiatan pemeliharaan jembatan dengan membersihkan tiang dan pilar jembatan baik bagian sisi pilar pelengkung maupun pilar penahan beban jembatan.
Dari pengerjaan yang dilakukan kemungkinan besar jembatan akan dilakukan pengecatan ulang yang bertujuan untuk lebih mempercantik tampilan fisik dari jembatan yang menjadi urat nadi utama menghubungkan Kota Raja dengan Kota Samarinda dan sekitarnya ini.
"Saya tidak tahu mau diapakan (pemeliharaan) itu, mau ganti warna atau apa pun, yang penting ada sosialisasi dan rekayasa lalu lintas, menerapkan buka tutup jalur," sebut Romlah lagi
Terpisah, salah satu Anggota DPRD Kukar Firnadi Ikhsan yang setiap harinya menggunakan jembatan ini mengaku sempat terkejut beberapa hari lalu dilakukan skema buka tutup arus lalu lintas diatas jembatan.
"Ya kaget lah ini ada apa, ternyata ada pemeliharaan jembatan, kami sepakat saja dengan warga kalau ada kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jembatan harusnya disosialisasikan dulu, kan trauma itu memang belum sepenuhnya hilang," kata Firnadi.
Terkait wacana akan berubahnya warna jembatan dari warna kuning menjadi warna lainnya, Politikus PKS ini tak ingin berkomentar terlalu jauh. Menurutnya warna kuning yang sudah menjadi identitas kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini masih sangat tepat dan menjadi simbol dari Kutai Kartanegara.
"Saya tidak berbicara atas nama partai ya, meskipun dulu pernah kami tanyakan kenapa bangunan-bangunan di Kutai Kartanegara ini warna kuning itu bukanlah karena menjurus pada salah satu partai politik, melainkan itu adalah warna kesultanan dan juga dari kawan-kawan Dinas PU dulu pernah menjelaskan secara kajian teknis bahwa memang bangunan-bangunan dan ciri Dinas PU itu memang berwarna kuning," sebut Firnadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur