Kini 10 tahun telah berlalu, sebagai renungan bersama dan turut serta memanjatkan doa bagi para almarhum yang meninggal pada peristiwa tersebut, Komunitas Tambak Karang Kota Tenggarong menggelar doa dan tahlilan bersama di bawah jembatan, Kamis malam (25/11/2021).
“Alhamdulillah walaupun mendadak kami sempat membacakan doa yasin dan tahlilan untuk korban tragedi jembatan mahakam. Walaupun persiapan sangat mendadak, ini sebagai bentuk perhatian yang bisa kami lakukan,” kata Ketua Tambak Karang, Raden Dedy Hartono kepada korankaltim.com, Jumat (26/11/2021).
Atas terlaksananya kegiatan semalam, Dedy atas nama pribadi dan komunitas serta masyarakat Tenggarong mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dari komunitas, pengusaha, perorangan serta pihak Satpol PP yang mengizinkan dan memberikan arahan agar tetap diatur secara prokes.
“Rombongan tadi malam kurang lebih 50 an orang yang kita bagi menjadi dua kali pelaksanaan tahlilan secara bergantian untuk prokes kan. Adapun yang memimpin doa Habib Muhammad Shofi Bin Hud Al-Muhdhor, insyaAllah tahun depan akan kita laksanakan lagi kegiatan serupa,” ucapnya.
Komunitas Tambak Karang sendiri bergerak di bidang sosial dan budaya. Komunitas ini sangat aktif di Kukar terutama di seputaran kawasan Kota Tenggarong.
“Semoga segala niat baik kita diijabah, mendoakan para korban dan menjauhkan Kutai Kartanegara jauh dari bencana dan perpecahan serta kita semua hidup berdampingan bahagia dan damai, aamiin,” demikian Dedy.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan