Terkait hal itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI H Aji Muhammad Arifin mengatakan, kesultanan senada dengan pemerintah atas disematkannya tanda jasa ini. Menurut Sultan dengan adanya tokoh yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional ini maka mampu mengangkat marwah daerah.
“Pengangkatan menjadi pahlawan nasional bagi Sultan Idris memang sudah melalui kajian secara ilmiah maupun secara adat dan fakta yang ada beliau ini turut berperan penting dengan berperang melawan penjajah VOC bersama mertua beliau Sultan Wajo. Sultan Idris ini kan memperistri anak dari Sultan Wajo, pada saat itu VOC melakukan penjajahan ditanah Wajo dan ketika mendengar berita tersebut beliau dengan sukarela membawa beberapa prajurit pilihannya untuk ikut berperang merebut kembali kemerdekaan wajo,” papar Sultan didampingi juru bicara Sultan Raden Dhanur Dwi Jatmiko kepada Korankaltim.com Senin (1/11/2021) hari ini.
Meskipun pada kenyataannya Sultan Aji Muhammad Idris sendiri akhirnya gugur pada pertempuran itu, namun semangat patriotisme yang beliau tunjukkan mampu memberikan kesan semangat persatuan dan kesatuan harus terus dijaga dari cengkraman penjajah.
Maka dari itu dari segi kelayakan memang Sultan Aji Muhammad Idris lah yang layak dan menjadi tonggak untuk pertama kalinya tokoh asli Kalimantan yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional.
Sultan juga menjelaskan tak menutup kemungkinan kedepannya akan diusulkan dan diangkat lagi beberapa tokoh yang bisa memenuhi kualifikasi kriteria menjadi tokoh pahlawan nasional asli dari Kalimantan.
“Sebagai contoh Awang Long Senopati atau Muso Bin Salim, boleh saja kalau itu memenuhi standart nya dan kualifikasinya seperti apa, karena yang memberikan itu adalah pemerintah pusat.
Senada dengan apa yg disampaikan oleh Menko Polhukan Mahfud MD dalam press conference beberapa waktu lalu dinyatakan Sultan Idris tentunya akan memberikan kesan kepada daerah supaya bisa lebih membanggakan daerah sendiri di mata nasional.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur