"Kami bersyukur bahwa ada putra daerah yang istilahnya dari Kutai terpilih menjadi pahlawan nasional, ini kan mewakili kita se-nasional artinya," kata APH Soerya Adi Kesuma kepada Korankaltim.com, Minggu (31/10/2021).
Diketahui, pemberian gelar pahlawan nasional bagi Sultan Aji Muhammad Idris ini diberikan Presiden Joko Widodo tepat pada hari pahlawan 10 Oktober 2021 lalu. Sebelumnya, April 2021 lalu, warga Kalimantan Timur (Kaltim) beramai-ramai melakukan penandatanganan petisi online untuk mendukung dipilihnya Sultan ke-14 itu menjadi pahlawan nasional.
Seminar-seminar diskusi terkait perjuangan Aji Muhammad Idris yang sangat menentang keras kolonialisme dan pola-pola perdagangan VOC pada abad 18 lalu. Kemudian menyatukan kekuatan berbagai kerajaan di sekitarnya, seperti Kerajaan Paser dan Martadipura untuk melawan penjajahan di atas bumi Etam.
Dia juga melepas tahtanya di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura demi melawan VOC di Sulawesi Selatan (Sulsel), membantu La Madukelleng, kesatria Kerajaan Wajo melawan penjajahan Belanda. Aji Muhammad Idris beberapa kali memimpin sebuah peperangan di Sulsel untuk mempertahankan Benteng Tosora Peniki.
Perjuangannya itu berlangsung hingga akhir hayatnya pada 1939 masehi, dia pun gugur di Wajo, Sulsel dalam sebuah peperangan. Konon dia gugur akibat luka dari sebilah sembilu.
La Madukelleng sendiri sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional sejak 1998 lalu. Sementara Aji Muhammad Idris, sejak Januari 2001 lalu, masih diperjuangkan menjadi pahlawan nasional.
"Lama juga ini, sudah diajukan tapi baru sekarang diumumkan pada 10 Oktober hari pahlawan kemarin," tuturnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan