Kepada Korankaltim.com Rinda menceritakan ada tiga forum yang berada dibawah koordinasi Kesbangpol Kukar yaitu Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Berkaitan dengan optimalisasi peran forum bentukan pemerintah itu Kesbangpol ingin menjdikan forum-forum itu sebagai mitra pemerintah. Output dari PKN Tingkat II ini akan lahir Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang forum-forum tersebut.
Di dalam Perbup yang mengatur forum-forum ada mengatur dua hal baru. Pertama, bagaimana melibatkan forum-forum ini dalam penanganna Pandemi Covid-19.
Kedua, pemerintah ingin melibatkan forum-forum tadi terlibat di dalam edukasi berkaitan Covid-19 kepada masyarakat, baik berkaitan protokol kesehatan maupun vaksinasi.
Seperti FKUB, forum keagamaan ini dilibatkan dalam pencapaian sasaran vaksinasi hingga terbentuknya kekebalan kelompok dengan memberikan sosialisasi soal vaksinasi kepada umat beragama.
Kamis (28/10/2021) digelar pelantikan pengurus FKDM di lima kecamatan mulai dari pengurus FKDM di Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Loa Kulu, dan Loa Janan.
FKDM ini berkaitan dengan deteksi dan pencegahan dini konflik di tengah-tengah masyarakat. Pelantikan dirangkai dengan bimbingan teknis berkaitan dengan sistem pelaporan beberapa kejadian yang diindikasi dapat mengganggu proses penyelenggaraan pemerintah. "Makanya itu yang akan mereka laporkan," sebut Rinda.
Menghadapi perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim nantinya tentu berdampak pada ramainya pendatang yang masuk ke Kaltim, secara khusus ke Kukar. Ini sedikit banyaknya tentu berdampak terhadap harmonisasi agama, mupun aktivitas antar wilayah.
Ketua forum adalah para tokoh masyarakat, representasi dari perkumpulan-perkumpulan yang mereka wakili.
"Agama yang diakui di Indonesia ada enam, cuman yang ada perwakilannya di Kukar hanya lima. FKUB dan FPK itu kan sudah terbentuk tidak hanya di kecamatan, tetapi juga ada di beberapa desa dan kelurahan sementara FKDM sudah terbentuk di 18 kecamatan," tutup Rinda.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur