"Ini merupakan hasil dialog yang telah kami lakukan selama ini bersama para pedagang. Mereka inginnya instan, ini yang ingin kita coba terus edukasi,” kata Edi saat dikonfirmasi ulang korankaltim.com, Senin (25/10/2021).
Salah satu bentuk edukasi dan solusi nyata, Pemkab Kukar akan melaunching program kredit dengan bunga nol persen dalam bentuk penyertaan modal khusus ke Bankaltimtara. Untuk tahap pertama, pemkab telah menyediakan anggaran sekitar Rp18 miliar.
“Jadi nanti tetap penyalurannya Bankaltimtara, tanpa bunga. Tetap mekanisme perbankannya ada,” ungkapnya.
Tujuan lain dari program ini, Edi ingin melepas para pedagang dari lilitan rentenir. Sehingga dalam mengembangkan usahanya mereka bisa berpikir lebih hati-hati. “Kredit modal usaha melawan rentenir. Jadi ada prinsip kehati-hatian, jangan pemborosan. Jadi ada kewajiban untuk menabung, minimal per bulan itu Rp100 ribu harus ditabung hasilnya,” harapnya.
Melalui program ini, pedagang juga akan diberikan jaminan perlindungan. Harapannya, lanjut Edi, melalui program kredit bunga nol persen ini para pelaku usaha dapat kembali bangkit.
Yang tadinya masuk dalam kategori pedagang mikro, bisa berkembang dan besar usahanya. Seandaninya mereka ingin memperbesar usaha, bisa meminjam modal ke bank melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Bisa beralih lagi dia yang lebih besar, yaitu ada KUR,” demikian Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan