Disela-sela peninjauan langsung dan sempat bercengkrama dengan peserta vaksinasi yang mayoritas adalah para jamaah masjid dan lansia. Edi bahkan berkesempatan dipercaya petugas tenaga kesehatan (nakes) untuk menyuntikkan dosis satu vaksin Sinovac kepada salah satu lansia. Kepada awak media yang bertanya bagaimana perasaan Edi saat menyuntikkan jarum ke lengan lansia, Edi mengaku gugup. "Tadi ya gugup juga nyuntiknya, bekitik-kitik (gemetaran)-lah," kata Edi sambil tertawa.
Vaksinasi massal yang dilakukan DMI Kukar di Masjid Agung Sultan Sulaiman ini bukti kerjasama yang baik antar DMI Kukar, Dinkes dan dunia usaha dalam hal ini SKK Migas. "Targetnya 1.500 dosis, semoga ini bisa berjalan dengan baik, saya sampaikan terimakasih kepada ketua dan jajaran DMI Kutai Kartanegara yang sudah berpartisipasi bersama-sama untuk mensukseskan vaksinasi di Kutai Kartanegara," kata Edi lagi.
Vaksinasi berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga Kamis (7/10/2021), perharinya ditarget sebanyak 500 dosis yang disuntikkan. "Selain dengan Dewan Masjid, kami juga komunikasi dengan dewan Gereja dan rumah ibadah lainnya, ini yang saya sampaikan selain pelaksanaan vaksin yang memang terstruktur dilaksanakan oleh TNI Polri juga asosiasi pemerintah kabupaten melalui dinas kesehatan dan perangkatnya dari kecamatan, desa, kelurahan juga kita mendorong kemitraan bersama dengan pendekatan dan konsepnya vaksinasi berbasis rumah ibadah," tegas Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur