Doni mengatakan akibat persoalan ini banyak angkutan umum yang terjebak macet dan mobilisasi kendaraan masyarakat menjadi terhambat.
"Jalan itu ambrol karena hujan dan pasang Sungai Belayan. Kalau hal ini dibiarkan saja dan nanti ada hujan, bisa-bisa akses satu-satunya yang menghubungkan tiga kecamatan ini benar-benar terputus nanti," kata Doni kepada korankaltim.com, Kamis (30/9/2021).
Politikus Nasdem ini mengungkapkan, sudah berkoordinasi dengan jajaran Polsek, Koramil dan aparatur pemerintahan setempat untuk penanganan darurat sementara, sembari berkolaborasi dengan perusahaan untuk upaya perbaikan sementara agar mobilisasi warga bisa tetap berjalan.
"Tadi yang membantu dari perusahaan sawit yaitu berupa bantuan material dan mobilisasi kendaraan warga, tiga perusahaan itu adalah PT ABK, PT Rea Kaltim dan PT TPS, juga turun dari Polsek, Koramil, Aparatur Kecamatan Kenohan dan Desa Tuana Tuha," ungkapnya.
Ia meyakini perbaikan sementara ini tidak bisa berlangsung lama. Terlebih lagi kondisi dan cuaca saat ini sangat mengkhawatirkan, dan juga kondisi pasang air Sungai Belayan masih terus berlangsung. "Kami minta Pemerintah Kabupaten segera turun tangan dalam hal ini Dinas PU. Tidak panjang hanya sekitar 20 meter saja tapi kubangannya sangat dalam dan rentan tergerus terus dengan air," pungkas wakil rakyat dari Dapil VI ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan