"Iya Alhamdulillah saya lulus, berkat bimbingan kakak saya dan tekad keras setelah setahun sebelumnya saya gagal. Tahun ini saya lulus bersama dua orang lainnya dari Loa Janan dan Loa Kulu," kata Fitri kepada korankaltim.com, Sabtu (25/9/2021).
Sementara itu sang kakak, Muhammad Sadam (30) menceritakan, perjuangan Fitri hingga bisa lolos ditahun ini sangat membanggakan, karena dari 166 orang yang mendaftar se-Kutai Kartanegara, hanya 3 orang yang terpilih termasuk adiknya.
Di tahun lalu adiknya gagal karena tidak lolos di psikotes, untuk tes fisik dan lainnya semua lulus. Oleh sebab itu dirinya bertekad memfasilitasi adiknya untuk mengikuti les privat khusus psikotes selama satu tahun sembari tetap memperingatkan adiknya untuk tetap menjaga kondisi fisik dan menjaga diri menghindari pergaulan negatif anak muda (begadang, merokok, minuman keras dan narkoba).
"Adek nanti selama lima bulan mengikuti pendidikan pembentukan di Gunung Kupang Banjar Baru Banjarmasin Kalsel. Setelah itu lanjut lagi Pendidikan Kejuruan selama empat bulan. Suatu kebanggaan dan keberhasilan sebagai kakak bisa mengantarkan saudara kandungnya menjadi orang yang bisa dibanggakan keluarga," ucap Sadam yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan dari ayah Hata Ardiansyah dan ibu Erli ini.
Menjadi tentara adalah cita-cita yang mulia dan membanggakan serta mampu menaikkan harkat martabat keluarga. Sadam sadar betul masa-masa sulit menjadi keluarga kurang mampu dan sesekali diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat desa bisa dibayar tuntas dengan menjadikan dirinya dan adiknya sebagai seorang tentara. Keduanya pun kini tak hanya menjadi kebanggaan keluarga namun juga kebanggaan bagi masyarakat Desa Perjiwa.
"Jangan pernah berhenti menggapai cita-cita, terlepas dari latar belakang keluarga apapun semua orang pasti bisa mewujudkannya jika memang bersungguh-sungguh. Alhamdulillah bangga bujur kami se keluarga di sini, apa lagi Fitri keluar pendidikan nanti sudah jadi Danru (Komandan Regu, red), lebih tinggi pangkatnya dari kakaknya, hehe," demikian Sadam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan