Pria humanis kelahiran Tenggarong tahun 1988 ini menceritakan proses terciptanya jingle tersebut. "Sebenarnya jingle ini sudah lama prosesnya tepatnya menjelang akhir tahun 2020, namun di-launching pada tahun ini, jingle ini lahir dari obrolan santai diantara teman-teman saat tugas jaga," kata Dani saat kepada Korankaltim.com, Jumat (24/9/2021) hari ini.
Jingle ini menceritakan tentang semangat petugas Lapas Tenggarong dalam memberikan pelayanan terhadap warga binaan dan masyarakat serta tekad dari seluruh jajaran Lapas Tenggarong wujudkan zona integritas. Bagi pentolan aura band dan sekar kedaton dunia ini, musik bukanlah hal yang baru. Menurutnya musik dapat menghadirkan suasana yang harmonis dan semangat tersendiri dalam bekerja.
Ayah dari Ami dan Kamil ini, dalam proses editing dan rekamannya menggunakan alat yang seadanya dengan dibantu oleh dua orang rekannya. "Saya rekamannya bukan di studio tapi di tempat kost teman dengan perangkat seadanya seperti kasur untuk meredam suara dari luar," ungkap Dani.
Dimata rekan kerjanya, sosok Dani dikenal sebagai petugas yang disiplin, cekatan, humoris dan humanis. " Dia (dani) orangnya rame, supel dan yang paling menonjol adalah responsibility nya terhadap kerjaan sangat bagus," ujar Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto. Teman sesama musisi pun sangat respect dan kagum atas pencapaian bagi pria yang telah menjadi petugas pemasyarakatan sejak tahun 2009 ini, diantaranya Reo drummer salah satu band di Tenggarong.
"Bagi saya, Dani itu tipikal orang yang selalu ingin belajar dan mengasah kemampuannya dalam bernyanyi sehingga hampir semua genre dapat dilahap habis olehnya," beber Reo. Bagi masyarakat yang ingin menonton jingle dari Lapas Tenggarong dapat dilihat di channel youtube Lapas Tenggarong.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur