
Proyek ini sendiri dibangun untuk memperkuat ketahanan energi nasional yang dilakukan oleh PT Petro TNC Indotank, konsorsium investor asing Samos CCP Ltd Inggris & MKM Wira Malaysia dan perusahaan swasta nasional PT Petro TNC International dan PT Alicorle Teknologi Internusa serta Perusahaan Daerah Kukar PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).
Tamu VVIP dan undangan lainnya hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Komisaris PT Alicorle, Jhon Nainggolan mengatakan, acara ini seyogyanya dilaksanakan Februari 2021 namun beberapa kali tertunda karena pandemi Covid-19 yang kian meningkat.
"Investor asing dari Inggris dan Malaysia tidak dapat ke Indonesia karena adanya kebijakan dilarang bepergian, juga adanya kebijakan lockdown di negara mereka atau PPKM di Indonesia," kata John.
Proyek di beberapa lokasi di Indonesia ini bernilai investasi Rp1,8 triliun akan dimulai pembangunannya secara serentak dengan kontraktor pembangunan berasal dari perusahaan konstruksi nasional, Korea serta Tiongkok.
"Selama pembangunan proyek, investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi baik lokal maupun nasional, sehingga akan mendukung program pemulihan ekonomi nasional selama masa pandemi," jelasnya.
Diharapkan proyek ini dapat diselesaikan 18 bulan ke depan. Ketika proyek selesai, maka ketahanan energi nasional akan meningkat dalam bentuk peningkatan stok penyimpanan BBM nasional dengan bertambahnya kapasitas sebesar 150 ribu KL. BBM yang akan disimpan berupa solar industri yang diperlukan untuk mendukung keperluan energi di sektor industri.
Penentuan lokasi di Samboja, Kukar, Kaltim akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Kaltim. Selain adanya peningkatan ekonomi lokal selama pembangunan proyek, juga akan memberikan gambaran positif iklim investasi di Kaltim, ditengah- tengah terpuruknya kondisi ekonomi akibat pandemi covid19.
Selain itu akan memperkuat ketahanan energi Kaltim dengan adanya tambahan kapasitas penyimpanan solar industri sebesar 50 ribu KL untuk kebutuhan energi di industri pertambangan, pertanian, kelistrikan dan industri lainnya.
Sedangkan penentuan lokasi di Subang dan Cirebon Jawa Barat semata-mata dikarenakan pertimbangan bisnis karena kebutuhan solar industri terbesar Indonesia adalah di pulau jawa, khususnya jawa bagian barat.
Isran Noor menyambut baik rencana investasi ini dan memastikan siapa saja yang mau berinvestasi pasti disambut dengan hati gembira.
"Karena kalau ada investasi pasti ada pertumbuhan ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Investasi, konsumsi baru ikut meningkat pula nilai ekspor kita, kalau ini maju berkembang pasti ini manfaat bagi masyarakat," tegas Isran.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur