Ia baru tersadar kalau rumahnya terbakar lantaran mencium bau asap yang menyengat dari arah belakang rumah.
Sontak dirinya pun kaget dan segera membangunkan kedua adiknya untuk menyelamatkan diri.
“Bau asap tapi bukan bau gas, saya bangunkan adik dan suruh membawa handphone masing-masing karena itu saja yang bisa diselamatkan. Setengah 12 itu rumah terbakar sudah hampir setengah, saya kemudian masuk lagi untuk mengambil surat-surat penting yakni KK dan Surat Tanah,” kata Noni yang berusaha tetap terlihat tegar kepada korankaltim.com, Kamis (9/9/2021).
Kedua orang tua Noni sendiri, ayahnya sudah lama meninggal dunia sedangkan Ibunya saat ini bekerja di Bali.
Sebulan sekali atau waktu tertentu ibunya rutin mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan Noni dan adik-adiknya.
“Adik saya cowok semua yang pertama baru masuk kelas 1 SMK, dan yang satunya baru masuk kelas 1 SMP. Sekarang mereka ikut menumpang dulu dengan tante di Loa Kulu, tadi malam usai kejadian mereka dijemput supaya bisa tinggal di sana sementara waktu,” ungkapnya.
Ketua RT 08, Sedoso menegaskan Noni dan dua adiknya saat ini sangat membutuhkan uluran tangan karena masuk dalam kategori keluarga Pra Sejahtera. “Ibu Satoni ini (Ibunya Noni, red) adalah kepala keluarga tunggal yang saat ini mencari nafkah di Bali. Mereka juga sudah terdaftar di Dinas Sosial dan telah mendapatkan perhatian. Usai memasang tenda darurat ini, secepatnya kami akan melaporkan kejadian ini di OPD terkait agar segera mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Ketua RT dan warga mengajak bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan silakan langsung datang ke lokasi atau bisa hubungi HP atas Nama Noni 0895700638868.
“Dugaan sementara kebakaran karena korsleting listrik dan kerugian materil kurang lebih sekitar 100 juta, tadi dari pihak kepolisian juga sudah datang kesini,” demikian Sedoso.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan