"Sangat merasa kehilangan sekali karena saya sangat dekat dengan beliau, dia lahir tanggal 3 April tahun 75 dan dua bulan kemudian mamah saya hamil, jadi tanggal lahir kami tu berdeketan dia 3 April saya 10 April jadi pasti atas bawah setiap tahun perayaan juga dan dekat sekali dan paling kalau berantem ya wajar lah, saya merasa kehilangan sekali," katanya kepada korankaltim.com di sela-sela prosesi pemakaman, Senin (6/9/2021).
Donna mengungkapkan banyak hal yang tidak bisa dilupakan dari sang Kakak yaitu kebiasaan baik almarhum yang langsung disaksikannya sendiri tanpa mendengar dari siapapun. "Saya saksi kalau beliau itu adalah sosok yang sangat dermawan, insyaAllah. Rajin banget sedekahnya saya benar-benar salut sama dia, hal-hal kecil sangat perhatian sekali beliau dulu saat di kantor DPR RI," ungkapnya.
"Dulu sempat ada menyampaikan ke saya setiap kali ada Pasar Ramadan beliau selalu memborong, hal-hal yang kecil dan contoh kecil seperti itu yang saya jadikan pacuan buat diri saya ini, banyak sisi positif beliau yang layak kita jadikan panutan," tambah Donna.
Ketika ditanya apakah ada firasat tertentu atau petanda, Donna mengaku tidak ada, hanya saja pada saat santap siang kemarin dirinya sempat berucap terkait rencana untuk mengumpulkan satu keluarga besar di tempat pemakaman yang sama.
"Setiap hari kan saya memberi makan bapak saya, di situ ada saudara papah dan saudara lainnya dan gak tahu tiba-tiba dan di situ ada saudara membahas tentang persiapan (di kehidupan selanjutnya, red), kan bapak sudah pesan batu nisan di atas situ (sambil menunjuk lokasi kaplingan tanah makam,red) terus saya bilang, pah kenapa kok kita tidak di bawah aja (tempat makam Awang Ferdian saat ini, red) biar kita satu keluarga. Kemarin saya bilang begitu dan saya juga gak ngerti kenapa saya bilang begitu pas kemarin siang itu," terangnya.
Donna menyatakan masih merasa aneh kenapa dirinya berucap seperti itu. Biasanya dirinya tidak pernah mengurusi hal demikian.
"Saya merasa terharu karena yang datang itu luar biasa, buktinya saya merasa dia orang baik. Bukan sosok beliau anaknya siapa tapi memang pribadinya beliau dan terbukti sekali kan beliau bisa mewakili pemilihan DPD RI tertinggi, bukti dia selalu dikenang dan jadi panutan generasi muda dalam berpolitik dan pengalaman politiknya selama 20 tahun sungguh luar biasa," demikian Donna.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan