Kebakaran pertama menghanguskan mess karyawan yang bekerja di ponpes tersebut dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp250 juta sementara kebakaran kedua di asrama Mes santriwan saat para santri putra sedang melaksanakan salat Maghrib berjamaah di masjid yang berada didalam satu kompleks Ponpes Al Mahsyar tersebut.
Kerugian yang dialami mencapai Rp100 juta untuk musibah yang kedua ini karena tempat tinggal santri putra itu konstruksinya dari beton dan tidak sampai ludes terbakar, hanya beberapa kamar saja khususnya pada bagian atapnya yang hangus.
Terkait hal ini, Salasiah, ibu dari satu santriwan kepada Korankaltim.com mengatakan, harusnya dengan terjadinya kebakaran pertama lebih menambah kewaspadaan dan kesiapsiagaan pengurus pondok, menyediakan sarana prasarana berupa unit mobil tanki pemadam ataupun apar tabung pemadam api yang ada di masing-masing bangunan dan ruangan.
“Saya sangat menyayangkan masa pondok semegah itu petugas keamanan kok tidak ada nomor telepon pemadam. Ini kami saksikan langsung karena saya pada waktu kebakaran sudah berada di pondok itu untuk menjenguk anak kami yang sedang sakit, rencana mau dibawa pulang dirawat di rumah. Satpam menyetop pengendara motor yang melintas untuk meminta nomor hp pemadam," kata Salasiah Minggu (5/9/2021) pagi tadi.
Warga Samarinda ini berharap ada perhatian lebih dari pihak ponpes karena kamar yang terbakar adalah kamar yang ditempati anaknya yang pada tahun ini baru masuk menjadi santri baru di Ponpes Al Mahsyar. Kerugian materi seperti perlengkapan sekolah dan belajar harus dirasakan anaknya juga Salasiah.
"Pakaian masih baru semua, kami harap ini bisa diganti karena ada keteledoran, untung semuanya tidak ada di kamar, padahal anak saya memberi kabar sebelum kami mau jemput dia sakit dan mau tidur di dalam kamar. Tapi saat kejadian dia pindah ke UKS (unit kesehatan sekolah),” paparnya. Sementara perwakilan Ponpes Al Mahsyar Susi pihak pondok tentu merupakan yang paling dirugikan atas musibah yang diketahui disebabkan karena korsleting listrik ini.
"Kami juga masih shock karena dari kebakaran pertama dan kedua jaraknya cuma satu pekan berapa hari saja ga sampai dua pekan, ya patut kita syukuri yang penting tidak ada korban jiwa dalam dua insiden kebakaran yang kami alami," kata Susi yang juga kepala kantin di pondok ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur