Rudi mengungkapkan, selepas salat Magrib dia ingin memarkirkan mobil tepat di depan rumahnya. Begitu hendak menutupkan kain ke mobilnya, dia melihat pintu rumah Gento dalam keadaan terbuka. Begitu dijenguk, ternyata Gento sudah tergeletak di belakang pintu. Ketika dipanggil, Gento tidak merespon.
"Saya panggil tetangga, minta tolong dilihatkan, sepertinya sudah meninggal. Terus saya lapor RT kemudian," kata Rudi kepada Korankaltim.com. Menurut warga sekitar, lanjut Rudi, ada yang sempat melihat dia menaiki sepeda motor saat sore sebelum ditemukan meninggal.
Dia diketahui tinggal sebatang kara, juga tidak memiliki identitas. Warga setempat menyebut dia sudah menempati gubuk itu sejak lima atau enam tahun lalu. Terakhir kali terlihat dalam keadaan sakit parah sejak sebulan lalu.
Diperkirakan penyakit yang dideritanya adalah tuberkulosis dan maag, kemudian diketahui dia menolak untuk makan sampai-sampai tulamg rusuk ditubuhnya nampak jelas terlihat. Sehari-harinya dia diketahui mengerjakan pekerjaan-pekerjaan serabutan.
"Cuma setahu kami di sini kan, almarhum ini perantauan dari Madiun. Kami kan di kampung ni semuanya tahu, beliau ini juga kredibilitasnya tidak jelek, baik aja selama ini," tuturnya.
Jenazahnya dievakuasi ke RSUD AM Parikesit oleh petugas menggunakan hazmat untuk mencegah hal-hal tak diinginkan. "Tadi rukun kematian RT 9 sudah siap menguburkan almarhum. Mungkin kalau kami di sini pemakaman jalan selendereng atau di dekat pura," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan