"Sekira jam 21.50 WITA telah terjadi kebakaran rumah mes karyawan pondok Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman dengan bahan bangunan terbuat dari kayu dan atap seng, api pertama kali diketahui oleh saudara Teguh Rahayu yang pada saat kejadian berada di dalam mes dan saksi melihat api yang sudah membesar dari dalam mes yang ditempati oleh saudara Ade Kumis," katanya, Sabtu (21/8/2021).
Melihat kobaran api yang sudah membesar, selanjutnya saksi berteriak 'kebakaran' serta membangunkan penghuni mes lainnya yang pada saat itu masih di dalam kamar masing-masing, kemudian saksi bersama rekan lainnya lari meninggalkan mes dan api menjalar ke seluruh bangunan tersebut.
"Asal mula api yang diketahui oleh saksi dari kamar saudara Ade Kumis yang merupakan pekerja bagian masak dan perawatan kebun, berbelanja sayur dan kebutuhan dapur lainnya mulai jam 17.00 WITA, dan saat kejadian kamar dalam keadaan kosong," ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang ditaksir mengalami kerugian materil sebesar Rp 250 juta.
Normansyah (40) salah satu penghuni mes karyawan yang ditemui korankaltim.com menceritakan saat kejadian juga diberitahu oleh rekan satu atap yang ada di kamar lainnya terbakar. Pada saat itu pula dirinya langsung menyelamatkan diri beserta anak dan istrinya.
"Saya langsung berusaha menyelamatkan diri anak dan istri saya. Setelah anak dan istri dipastikan aman, saya langsung berusaha menyelamatkan sepeda motor saya yang masih berada di dalam dan bersyukur mampu saya selamatkan," ujarnya.
Ia mengaku mendengar suara ledakan saat terjadi kebakaran yang besar kemungkinan disebabkan oleh alat-alat rumah tangga dan peralatan kerja yang hangus terbakar. "Iya ada ledakan, tabung gas, alkon, alat pemotong rumput dan lainnya, namun memang meledak karena api sudah membesar. Total delapan orang penguni di sini termasuk anak dan istri saya. Memang ini bangunannya cukup besar karena dulu dihuni oleh hampir seratusan lebih pekerja yang bekerja membangun bangunan Ponpes di sini," demikian Normansyah.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan